script src="http://raxterblog.googlecode.com/files/bintangberjatuhan.js">

Sabtu, 23 Maret 2013

BENTUK-BENTUK PASAR DAN PERSAINGAN SEMPURNA

Pasar Persaingan VS Bukan Persaingan 

Pasar adalah interaksi antara sekumpulan pembeli dan penjual yang memungkinkan terjadinya pertukaran. Pasar mencakup lebih dari satu industri, sedang industri sendiri dapat dikatakan sebagai sekumpulan perusahaan yang menjual produk-produk yang sejenis atau hampir sejenis.
Pasar adalah pusat dari kegiatan ekonomi, yang mana sebagian besar pertanyaan dan permasalahan ekonomi berkisar pada bagaimana bekerjanya pasar. Berikut ini adalah contoh, mengapa hanya sebagaian kecil perusahaan-perusahaan yang bersaing dalam satu pasar, sedang pada pasar lainnya ada banyak perusahaan yang bersaing? Apakah konsumen akan merasa lebih beruntung kalau jumlah perusahaan lebih banyak? Jika demikian, mengapa pemerintah merasa perlu melakukan intervensi pada pasar yang terdiri dari sedikit perusahaan? Mengapa harga di suatu bentuk pasar naik atau turun dengan cepat, sementara di pasar lain tidak berubah sama sekali. Bentuk pasar seperti apakah yang memberi kesempatan terbaik untuk dimasuki pengusaha?
Pembicaraan tentang bentuk pasar akan mencakup pembahasan tentang dua bentuk umum pasar yakni pasar persaingan (competitive) dan bukan persaingan (noncompetitive). Pasar persaingan sempurna mempunyai karakteristik bahwa terdapat banyak pembeli dan penjual, sehingga pembeli ataupun penjual secara individu tidak mempunyai pengaruh signifikan dalam nenentukan harga. Sebagai contoh di pasar lokal barang-barang pertanian seperti beras ada ribuan petani menjual beras dan ribuan pembeli membeli beras dimana tidak ada seorang penjual atau pembeli beras secara signifikan dapat mempengaruhi harga beras.
Berbeda dengan pasar dunia untuk barang tambang misal minyak bumi, jumlah pembeli dan penjual sedikit sekali, yang memungkinkan baginya untuk memberi pengaruh bagi penentuan harga.

PASAR MONOPOLI
Salah satu asumsi dalam bentuk pasar monopoli adalah perusahaan mempunyai kemampuan untuk menetapkan harga (price setter) karena monopolis adalah penjual tunggal di pasarnya,. Namun perlu diingat bahwa monopolis menghadapi kurva permintaan (kurva D) yang berlereng negatif. Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna berlaku hukum permintaan, bahwa jika harga naik maka jumlah barang yang diminta akan berkurang dan jika harga turun maka jumlah barang yang diminta bertambah (ceteris paribus). Hal itu berarti, belum tentu menguntungkan bagi monopolis bila dia menentukan harga yang tinggi karena dengan tingginya harga konsumen akan menurunkan jumlah barang yang dimintanya.


PASAR OLIGOPOLI DAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK
Perilaku Oligopolis Dan Dampaknya Bagi Konsumen 

salah satu asumsi yang mendasari bentuk pasar oligopoli adalah adanya hambatan bagi perusahaan lain untuk memasuki pasar. Hambatan tersebut bisa berbentuk hambatan alami maupun hambatan buatan. Hambatan alami terjadi karena kecilnya ukuran pasar selain itu perusahaan yang ada di pasar beroperasi secara efisien, jumlah barang modal dan penggunaan input lainnya juga relatif besar sehingga menaham pelaku lain untuk masuk ke dalam pasar. Sedangkan hambatan buatan tercipta karena pelaku dipasar oligopoli menguasai bahan baku, mempunyai hak paten atau memperoleh hak monopoli dari pemerintah. Dalam jangka panjang, harga yang ditawarkan oleh oligopolis biasanya lebih besar dari biaya rata-ratanya, oligopolis juga tidak berproduksi pada titik terendah kurva biaya rata-ratanya, apabila harga lebih besar dari biaya marjinal jangka panjangnya maka akan terjadi inefisiensi dalam alokasi sumberdaya, kondisi inilah yang merugikan konsumen.Dengan pertimbangan teknologi yang digunakan relatif tinggi, produk-produk tertentu tidak dapat diproduksi dalam pasar yang bersaing sempurna. Oligopolis biasanya menggunakan sebagian dari kentungan mereka untuk Penelitian dan Pengembangan sehingga memberi dampak positif bagi kemajuan teknologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar